Sabtu, 04 Februari 2012

Sang Legenda , KRI Dewaruci Segera Dipensiunkan


Jakarta, FaktaPos.com - TNI Angkatan Laut akan mempensiunkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci yang telah berusia 58 tahun dan akan digantikan dengan yang baru.
"Kita akan ganti dengan yang baru, mengingat usia KRI Dewaruci berusia 58 tahun dan sudah waktunya pensiun," kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Soeparno, usai seminar sehari dalam rangka Hari Dharma Samudera, di Wisma Elang, Jakarta, Rabu (12/01).
Menurut Soeparno, pengganti KRI Dewaruci ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2011 sebesar Rp720 miliar dan direncanakan selesai dibuat tahun 2014. Pembuatan KRI Dewaruci yang baru akan dibuat atau dipesan dari negara-negara yang unggul dalam bidang kelautan, terutama negara-negara Eropa.
"2011 sudah dialokasikan anggaran untuk pengganti KRI Dewaruci yang lebih baik dari sebelumnya. Direncanakan akan dipesan dari negara-negara unggul dalam kelautan. Terutama negara -negara Eropa seperti Jerman dan Spanyol. Kita masih mencari negara-negara mana yang mampu membuat KRI layar tiang tinggi yang bertaraf internasional membanggakan kita," katanya.
Menurutnya yang jelas, pihaknya tidak memesan di Amerika karena Amerika hanya unggul di bidang dirgantara, sedang negara yang unggul kelautan adalah negara-negara Eropa.
Dia menambahkan KRI Dewaruci pertama atau yang saat ini ada merupakan produksi dari Jerman. Ketika itu, Jerman memproduksi dua jenis kapal, yang satu untuk Indonesia yaitu KRI Dewaruci dan India yang sudah tidak ada lagi digunakan.
"Jadi soal perawatan kita lebih unggul sampai sekarang KRI DR masih aktif tapi kita tidak boleh terlena dengan usianya semakin tua yang tidak bisa tertipu. Tentara usia 58 harus pensiun, KRI DR barang mati yang tidak pensiun bisa saja dimanfaatkan tapi kita yang masih hidup harus memikirkan paling tidak ada penggantinya," ujarnya.
Ketika disinggung alasan kenapa tidak dibuat di Indonesia, KSAL menuturkan, industri kapal belum mampu membuat KRI Dewaruci dan masih dikuasai oleh negara-negara Eropa dalam hal kualitas dan dapat bertahan lama.
"Jangan sampai pesan kapal layar kepada negara-negara yang sejarahnya bukan ahli kelautan. Jadi negara ahli-ahli pelaut seperti Jerman, Spanyol atau negara-negara Eropa lain seperti, Polandia, Perancis," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar